KUALA KURUN – Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas terus diperkuat melalui aksi nyata di sektor pertanian. Jajaran Polsek Manuhing bersama Pemerintah Desa Bereng Belawan memulai penanaman jagung hibrida di lahan desa seluas dua hektare.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung, penanaman dilaksanakan pada Jumat (1/5/2026).
Personel kepolisian, perangkat desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kelompok tani tampak antusias bergotong royong di lokasi kegiatan.
Pada penanaman kuartal II ini, digunakan bibit unggul jenis Hibrida F1 Super BISI 99. Varietas tersebut dipilih karena memiliki potensi hasil panen tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui pengelolaan hasil oleh BUMDes.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen mendukung program pemerintah.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak di sektor produktif. Penanaman jagung hibrida ini menjadi bukti komitmen Polri, khususnya Polsek Manuhing, dalam mendukung visi swasembada pangan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, lahan milik Pemerintah Desa Bereng Belawan tersebut akan dijadikan sebagai percontohan bagi desa lain di wilayah hukum Polsek Manuhing. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan.
Kepala Desa Bereng Belawan menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran personel kepolisian di lapangan memberikan motivasi tambahan bagi petani untuk lebih optimal dalam mengelola lahan tidur menjadi lahan produktif bernilai ekonomis.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes turut dilibatkan secara aktif guna memastikan pengelolaan hasil panen berjalan profesional. Keuntungan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Interaksi langsung di lapangan menciptakan komunikasi yang lebih humanis, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). (KI/red).
