KUALA KURUN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak signifikan di Kabupaten Gunung Mas. Selain meningkatkan asupan gizi pelajar, program ini juga membuka peluang kerja dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
Di wilayah Kecamatan Kurun dan Mihing Raya, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
Berdasarkan pantauan di lapangan, program MBG mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan, mulai dari juru masak, tenaga persiapan bahan baku, hingga distribusi makanan. Selain itu, pelaku UMKM turut dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan, sehingga memberikan efek berantai terhadap perekonomian lokal.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa MBG merupakan investasi besar negara dalam menciptakan generasi sehat sekaligus membuka jutaan lapangan kerja baru hingga tahun 2026.
Di Kabupaten Gunung Mas, implementasi program ini dijalankan melalui SPPG Polri di Polres Gunung Mas dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam rantai produksi pangan bergizi.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas, baik dari para siswa penerima manfaat maupun warga yang terlibat sebagai pekerja. Bagi sebagian warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, program ini menjadi sumber penghasilan baru yang lebih stabil.
Salah satu juru masak di dapur SPPG Kurun mengaku bersyukur dapat terlibat dalam program tersebut. Ia menilai MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan rasa bangga karena turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di daerahnya.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional juga memastikan kesejahteraan para pekerja dengan memberikan insentif yang layak. Pendapatan yang diterima dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga para orang tua yang kini memiliki pekerjaan. Kami berharap program ini dapat terus diperluas ke wilayah lain di Gunung Mas,” ujarnya. Kamis, (30/4/2026).
Polri juga memastikan pengawasan ketat terhadap operasional SPPG, termasuk dalam aspek administrasi dan pelaporan. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi serta memastikan anggaran negara tepat sasaran. (KI/red)
