KUALA KURUN – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunung Mas memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Manuhing.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama pemerintah kecamatan, TNI-Polri, BPBD, perusahaan perkebunan, serta tokoh masyarakat yang dipimpin Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong di Kantor Kecamatan Manuhing, Jalan Negara, Kelurahan Tumbang Talaken, Jumat (28/8/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Gunung Mas menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Gunung Mas saat ini berada dalam status Siaga 2 Karhutla terhitung sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026.
Dalam periode tersebut, penanganan Karhutla telah dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan instansi terkait pada 44 titik dengan total luas lahan yang terbakar sekitar 88,26 hektare.
Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
“Penanggulangan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan peran aktif seluruh pihak untuk mencegah kebakaran dan mengantisipasi agar api tidak meluas,” disampaikan dalam rapat tersebut.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, keterbatasan jumlah personel di tingkat kepolisian sektor (Polsek) menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang berada di wilayah kecamatan.
“Personel kami di Polsek memang terbatas, sehingga penanganan Karhutla membutuhkan dukungan bersama. Kami berharap perusahaan, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan seluruh unsur dapat saling membantu untuk mencegah agar kebakaran tidak meluas,” ujar Kapolres, Sabtu (29/8/2026).
Selain penguatan personel, Kapolres juga mendorong penentuan lokasi pembangunan sumur bor di Kecamatan Manuhing. Sarana tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan sekaligus penanganan Karhutla di wilayah rawan.
Menurutnya, Kabupaten Gunung Mas mendapatkan alokasi 15 titik sumur bor berdasarkan instruksi yang disampaikan melalui Kapolda Kalimantan Tengah. Penentuan lokasi pembangunan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kerawanan Karhutla di masing-masing wilayah.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian terdekat apabila menemukan kebakaran hutan maupun lahan.
Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat sangat diperlukan agar informasi mengenai titik api dapat segera diteruskan kepada petugas dan ditindaklanjuti sebelum kebakaran meluas.
Sementara itu, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menekankan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan Karhutla. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang sehat.
Bupati mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya kebakaran. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
Dukungan terhadap penanggulangan Karhutla juga datang dari pihak swasta. PT ALS menyerahkan bantuan peralatan pemadam Karhutla kepada Kecamatan Manuhing, Koramil Manuhing, dan Polsek Manuhing.
Bantuan tersebut terdiri dari tiga unit mesin pompa air, sembilan set selang air, dan satu dus masker. Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung petugas dalam melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
Selain membahas Karhutla, rapat tersebut juga membahas sejumlah agenda lainnya. Ketua FKGMS menyampaikan persiapan menuju fokus sembilan tatanan sehat.
Sementara itu, Danramil Manuhing yang mewakili Dandim menyampaikan informasi terkait program Komcad serta mengajak seluruh pihak untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran lahan.
Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menghadapi potensi Karhutla.
Kapolres Gunung Mas kembali menegaskan pentingnya melakukan pencegahan sejak dini dan tidak menunggu api membesar.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar, tetapi lakukan pencegahan sejak awal dan segera laporkan apabila ada titik kebakaran,” tegasnya.
Kegiatan koordinasi tersebut berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan penguatan koordinasi, dukungan sarana pemadaman, kesiapsiagaan personel, serta keterlibatan masyarakat dan perusahaan, penanganan Karhutla di Kecamatan Manuhing diharapkan semakin cepat dan efektif. (KI/red)