KUALA KURUN – Personel Polres Gunung Mas bergerak cepat menyikapi kebijakan terbaru pemerintah terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aparat kepolisian melakukan monitoring intensif di sejumlah titik vital, salah satunya di SPBU Jalan Pangeran Diponegoro, Kuala Kurun, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran personel di area SPBU bertujuan untuk memantau langsung aktivitas penyaluran BBM sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang mengantre.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengantisipasi potensi kecurangan maupun penimbunan BBM oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pascapenyesuaian harga. Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar SPBU guna mencegah terjadinya kemacetan akibat antrean kendaraan.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kabag Ops Polres Gunung Mas, AKP Nurheriyanto Hidayat menegaskan, bahwa Polri berkomitmen mengawal kebijakan pemerintah agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya terkait potensi panic buying.
“Kami hadir untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat Kuala Kurun tetap tercukupi. Monitoring ini dilakukan secara humanis guna mencegah kepanikan maupun upaya penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas,” ujarnya.
Di lapangan, personel kepolisian juga aktif berdialog dengan operator SPBU serta masyarakat. Petugas memberikan imbauan agar warga tetap tertib dalam mengantre dan tidak melakukan pembelian berlebihan menggunakan sarana yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Selain memastikan ketersediaan stok, penataan antrean kendaraan juga menjadi perhatian utama. Mengingat lokasi SPBU berada di jalur protokol Jalan Pangeran Diponegoro, petugas memastikan antrean tidak meluas hingga mengganggu arus lalu lintas.
Manajemen SPBU menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Mereka menilai kehadiran petugas sangat membantu dalam menjaga ketertiban antrean serta memberikan rasa aman bagi karyawan dan masyarakat di tengah dinamika penyesuaian harga BBM. (KI/red)
