KUALA KURUN – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas menggelar Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Gunung Mas, Rabu (1/7/2026).
Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang profesional, modern, dan humanis kepada masyarakat.
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunung Mas.
Turut hadir Asisten III Setda Gunung Mas Edison yang mewakili Bupati Gunung Mas, Ketua Komisi III DPRD Gunung Mas Iceu Purnamasari yang mewakili Ketua DPRD, Dandim 1016/Palangka Raya Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, para kepala instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo menyampaikan bahwa, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi tonggak penting bagi institusi Polri setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Regulasi ini semakin memperkuat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, responsif, serta berorientasi pada kepentingan publik,”ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta kehadiran Polri yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Dalam amanat tersebut dipaparkan sejumlah capaian strategis Polri sepanjang tahun 2026. Di bidang ketahanan pangan, Polda Kalimantan Tengah bersama seluruh jajaran, termasuk Polres Gunung Mas, berhasil mendukung program swasembada jagung nasional dengan luas tanam mencapai sekitar 6.500 hektare dan menghasilkan panen lebih dari 5.000 ton.
Tak hanya itu, Polri juga berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pembangunan 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah.
“Hingga saat ini, sebanyak 18 unit telah beroperasi, tujuh unit memasuki tahap praoperasional, dan tiga unit masih dalam proses pembangunan. Program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat kepada sekitar 77.264 masyarakat penerima layanan,”bebernya.
Selain itu kata dia, penilaian publik terhadap Polri pun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada akhir Juni 2026, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Sementara itu, sebanyak 80,6 persen responden menilai kinerja Polri semakin baik.
“Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada Polda Kalimantan Tengah di Cikeas, Bogor,”kata dia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian Polda Kalimantan Tengah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Masih dalam sambutan Kapolda, ia memaparkan bahwa, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh seluruh insan Bhayangkara.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus terus dijaga melalui kerja nyata, pelayanan yang berkualitas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perilaku insan Bhayangkara yang menjunjung tinggi etika dan integritas,” tegasnya.(KI/red)