KUALA KURUN – Komitmen Polres Gunung Mas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali menunjukkan hasil nyata. Pada Kuartal II Tahun 2026, jajaran Polres Gunung Mas berhasil melaksanakan panen raya jagung di lahan dinas seluas 2 hektare dengan total produksi mencapai 8 ton jagung tongkol, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan panen raya tersebut berlangsung di lahan dinas Polres Gunung Mas, Kecamatan Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai pukul 08.00 WIB. Suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan yang melibatkan jajaran kepolisian bersama instansi terkait.
Panen raya ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, didampingi Wakapolres Kompol Indras Purwoko. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Aryantoni, para Pejabat Utama (PJU) Polres Gunung Mas, personel kepolisian, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gunung Mas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mengelola lahan hingga menghasilkan panen yang optimal.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lahan pertanian ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Panen raya jagung sebanyak 8 ton pada kuartal kedua ini merupakan bukti nyata sinergi yang kuat di lapangan. Polres Gunung Mas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan lahan dinas agar menjadi area produktif dalam mendukung kebutuhan pangan, khususnya komoditas jagung,” ujar AKBP Heru Eko Wibowo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan teknis para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas. Penerapan pola tanam yang tepat serta perawatan yang optimal menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas jagung di wilayah tersebut.
Selain kegiatan panen, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 200 sak pupuk kandang, 50 sak pupuk urea, 70 sak pupuk NPK, 20 botol petrovita, 25 botol fenite, 20 botol kayabas, serta 50 kilogram benih jagung unggul. (KI/red)
