KUALA KURUN – Polres Gunung Mas menyerahkan hasil panen jagung yang telah diolah ke Gudang BULOG Kuala Kurun, Rabu (11/03/2026).
Penyerahan tersebut merupakan puncak dari rangkaian program Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026 lalu.
Dalam program ini, Polres Gunung Mas mengelola lahan pertanian seluas 1,25 hektare yang tersebar di dua lokasi, yakni lahan internal Polres Gunung Mas seluas 0,25 hektare serta lahan di Desa Pilang Munduk seluas 1 hektare.
Dari total lahan tersebut, tim berhasil memanen jagung sekitar 1,5 ton dalam bentuk tongkol. Setelah panen, hasil tersebut kemudian melalui proses pascapanen yang meliputi pengeringan hingga pemipilan guna memastikan kualitas jagung sesuai standar yang ditetapkan.


Setelah melalui proses pemipilan, diperoleh hasil akhir sebanyak 12 karung jagung pipil kering dengan berat masing-masing 50 kilogram per karung. Seluruh hasil produksi tersebut selanjutnya diantarkan langsung ke Gudang BULOG Kuala Kurun oleh Tim Gugus Tugas Polres Gunung Mas yang dipimpin oleh AIPTU Maraden.
Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di sektor jagung.
“Keberhasilan panen raya ini merupakan bukti nyata sinergi antara Polri dan kelompok tani dalam memanfaatkan lahan produktif. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polres Gunung Mas tidak hanya memberikan rasa aman dalam hal kamtibmas, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia berharap hasil panen jagung yang diserahkan ke BULOG tersebut dapat membantu memperkuat cadangan pangan daerah.
“Proses yang kami lakukan sangat terukur, mulai dari penanaman, pemanenan sekitar 1,5 ton jagung tongkol, hingga hari ini diserahkan dalam bentuk jagung pipil kering ke BULOG. Kami berharap langkah ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani dan masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan yang dimiliki,” tutupnya. (red)
