KUALA KURUN – Jajaran Polsek Rungan, Polres Gunung Mas menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan hasil panen jagung pipil hibrida dari lahan binaan ke Gudang Bulog di Jalan Tjilik Riwut Km 3, Kota Palangka Raya, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian pembinaan kelompok tani (Poktan) yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Polsek Rungan.
Penyerahan hasil panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Rungan, Ipda Muhamad Helmi Hakim didampingi personel Bripka Juli Andri, Brigpol Rahmat Hidayat, dan Bripda Hujunadie.
Berdasarkan data di lapangan, total jagung pipil hibrida yang diserahkan mencapai berat kotor 676,16 kilogram. Kualitas jagung dinilai sangat baik dan memenuhi standar pasar, dengan kadar air berkisar antara 12 hingga 13 persen.
Polsek Rungan memanfaatkan lahan seluas satu hektare sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada jagung, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi petani melalui kemitraan dengan kelompok tani desa binaan.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Kami hadir mewakili Kapolres Gunung Mas untuk menyerahkan hasil kerja keras para petani binaan. Ini adalah bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Proses penyerahan di Gudang Bulog berlangsung tertib, diawali dengan penimbangan hingga verifikasi kualitas oleh petugas. Hasil panen tersebut selanjutnya akan masuk dalam rantai distribusi resmi guna menjaga ketersediaan pasokan jagung di wilayah Kalimantan Tengah.
Program pemanfaatan lahan satu hektare ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi desa-desa lain di Kabupaten Gunung Mas. Melalui pendampingan intensif dari kepolisian, petani tidak hanya memperoleh edukasi terkait teknik budidaya yang efektif, tetapi juga akses pemasaran melalui lembaga resmi seperti Bulog.(KI/red)
