KUALA KURUN – Polres Gunung Mas bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait bergerak cepat menangani kebakaran lahan di wilayah perbatasan Desa Sarerangan dan Desa Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Sabtu (15/8/2026).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Desa Sarerangan–Desa Tumbang Pajangei. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Mendapat informasi tersebut, personel Polres Gunung Mas bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan ground check sekaligus upaya pemadaman. Langkah cepat dilakukan guna mencegah api meluas ke area lainnya.
Penanganan di lapangan dipimpin Pamapta II Polres Gunung Mas Ipda Yuan Natanael dengan melibatkan 10 personel piket Polres Gunung Mas, empat personel piket Polsek Tewah, satu personel TNI, enam personel BPBD, serta satu personel tim kesehatan.
Proses pemadaman didukung satu unit kendaraan R6 dan lima unit kendaraan R4. Tim gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, melalui Pamapta II Polres Gunung Mas Ipda Yuan Natanael mengatakan penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Begitu mendapatkan informasi, personel bersama instansi terkait langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi. Kami bersinergi agar titik api dapat segera dipadamkan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran lahan, khususnya untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Setelah dilakukan pemadaman selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan memastikan kondisi di lokasi telah aman dan tidak terdapat api yang masih membesar.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Polres Gunung Mas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan rawan terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api di wilayahnya. (KI/red)