KUALA KURUN – Polres Gunung Mas bersama personel gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Senin (10/8/2026).
Kebakaran tersebut terdeteksi di kawasan Jalan Lintas Kurun-Tewah sekitar pukul 10.05 WIB setelah petugas menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Menindaklanjuti laporan tersebut, Posko Karhutla segera melakukan koordinasi untuk memastikan lokasi titik panas atau hotspot sebelum personel diterjunkan ke lokasi.
Pamapta III Polres Gunung Mas Aiptu Devie Priyanto bersama personel Polres Gunung Mas dan Polsek Tewah kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Dalam pelaksanaannya, kepolisian berkoordinasi dengan unsur TNI, BNPB Kecamatan Tewah, BNPB Kabupaten Gunung Mas, BPBD Kabupaten Gunung Mas, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 21 personel gabungan terlibat dalam upaya pemadaman. Mereka terdiri dari empat personel Polres Gunung Mas, empat personel Polsek Tewah, tiga personel BNPB Kecamatan Tewah, satu personel TNI, tiga personel BNPB Kabupaten Gunung Mas, dan enam personel BPBD Kabupaten Gunung Mas.
Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman terhadap lahan yang terbakar. Upaya tersebut juga mendapat dukungan masyarakat setempat sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi melalui Piket Pamapta III Polres Gunung Mas, Aiptu Devie Priyanto mengatakan bahwa, respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla.
“Begitu laporan masyarakat kami terima melalui layanan 110, kami langsung berkoordinasi dengan personel dan unsur terkait untuk menuju lokasi. Kami mengedepankan kerja sama di lapangan agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan sejumlah sarana pendukung, di antaranya dua unit kendaraan roda dua, tiga unit kendaraan roda empat, dan dua unit kendaraan roda enam. Petugas juga menggunakan perangkat komunikasi berupa telepon seluler dan handy talky (HT).
Keterlibatan masyarakat turut menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla tersebut. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BNPB, BPBD, dan masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Polres Gunung Mas mengimbau masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Respons cepat dan koordinasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap kejadian karhutla sehingga risiko meluasnya kebakaran serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.
Kalau ingin dibuat lebih khas gaya berita Jendela Kalteng, judulnya juga bisa dibuat lebih “menggigit”, misalnya: “Laporan Warga Masuk via 110, 21 Personel Gabungan Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Tewah.”tutupnya, (KI/red).