KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, secara resmi melepas peserta Karnaval Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) Tahun 2026 yang digelar di Taman Kota Kuala Kurun, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas.
Pelepasan karnaval berlangsung meriah dengan diikuti 12 kecamatan yang menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Jaya Samaya Monong mengatakan bahwa Festival Budaya Mihing Manasa merupakan agenda tahunan yang memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Gunung Mas.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa Festival Budaya Mihing Manasa merupakan event tahunan yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Gunung Mas ke-24,” ujarnya.
Ia menjelaskan, festival budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah pelestarian nilai-nilai seni budaya dan olahraga tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, khususnya masyarakat Dayak.
Menurutnya, penyelenggaraan FBMM merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Event budaya ini setiap tahun kita laksanakan karena merupakan perwujudan pelestarian nilai-nilai seni budaya dan olahraga tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan nilai seni budaya yang berkembang di masyarakat, khususnya masyarakat Dayak,” katanya.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas akan terus berupaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya, adat istiadat, serta berbagai bentuk kearifan lokal melalui pelaksanaan Festival Budaya Mihing Manasa yang rutin digelar setiap tahun bertepatan dengan peringatan hari jadi kabupaten.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Gunung Mas masih memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisi yang hingga kini tetap terjaga dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan berbagai situs dan cagar budaya seperti rumah betang, sandung, sapundu, monumen, serta berbagai peninggalan sejarah lainnya.
“Kita masih banyak menyimpan kekayaan budaya dan kearifan lokal serta tradisi yang tumbuh dan berkembang serta masih terpelihara dengan baik. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Gunung Mas masih mampu memelihara adat istiadat, tradisi, dan budayanya sendiri,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat, budaya, serta berbagai situs dan cagar budaya yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Untuk itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Gunung Mas untuk terus menjaga dan memelihara adat istiadat, tradisi, budaya, kearifan lokal, kawasan situs dan cagar budaya, serta berbagai peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Gunung Mas,” tandasnya.
Festival Budaya Mihing Manasa sendiri menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Gunung Mas yang setiap tahunnya mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. (KI/red)
