KUALA KURUN – Polsek Sepang bersama masyarakat menggelar panen raya jagung hibrida kuartal II di lahan pertanian Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas, Selasa (2/6/2026).
Panen raya tersebut dilaksanakan di lahan produktif seluas satu hektare milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumbang Empas yang telah digarap sejak Februari 2026. Dari hasil budidaya selama kurang lebih empat bulan, lahan tersebut berhasil menghasilkan sekitar satu ton jagung dalam bentuk tongkol.
Hasil panen selanjutnya akan melalui proses pengeringan dan pemipilan sebelum didistribusikan ke Bulog Cabang Kuala Kurun.
Keberhasilan panen ini merupakan hasil kolaborasi antara BUMDes Tumbang Empas, Kelompok Tani (Poktan) setempat, serta pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh Polsek Sepang.
Kegiatan panen juga dihadiri Kapolsek Sepang Ipda Purwanto penyuluh pertanian Kecamatan Mihing Raya, pendamping desa, Ketua BUMDes, personel Polsek Sepang, dan masyarakat petani.
Program pemanfaatan lahan produktif tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui sektor pertanian.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo melaui Kapolsek Sepang Ipda Purwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program pertanian jagung hibrida tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BUMDes dan kelompok tani yang telah konsisten mengelola serta merawat lahan binaan Polri sejak Februari lalu. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa sinergi yang baik mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bukan hanya sebatas pendampingan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Kami berharap pengembangan jagung hibrida ini dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menjadi salah satu motor penggerak swasembada pangan di Kabupaten Gunung Mas,” bebernya.
Sementara itu, penyuluh pertanian dan pendamping desa yang turut mendampingi kegiatan memastikan hasil panen memenuhi standar kualitas pasar. Pendampingan teknis yang diberikan sejak masa tanam hingga panen dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko gagal panen.
Pihak BUMDes dan kelompok tani Desa Tumbang Empas juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Polsek Sepang selama proses budidaya berlangsung. Kehadiran Polri dinilai tidak hanya memberikan rasa aman dalam menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga menjadi pendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa.(KI/red)
